Selasa, 07 Januari 2014

Pendampingan Tani KKN Mahasiswa Atmajaya Jogja

BUDIDAYA ikan ORGANIK INTENSIF
secara bersamaan

      I. Tujuan: 
     Apabila dihitung dengan analisa Rugi/ Laba petani ikan sering        mengalami kerugian dikarenakan pakan  yang harganya cenderung naik, dimana hasil harga panen tak sebanding dengan pengeluaran. Sehingga modal tak kembali (merugi). Dan ikan yang dibudidaya juga kurang sehat, mahal lagi. Oleh karena kami coba dengan cara membuat pabrik pakan ikan dalam kolam.

     Pabrik pakan lebih mudah dalam pembuatannya, dikarenakan pakan yang akan diusahakan bahannya ada disekitar kita (petani pedesaan) dan murah. Dimana dalam membuat pabrik pakan didalam kolam [berupa eksudat = cacing pita, hewan air, ulat, dll.] sehingga pabrik pakan yang dibuat pada kolam terpal/ plastik akan menyediakan kebutuhan pakan ikan yang dibudidaya mulai pada saat bibit ditebarkan hingga ikan dipanen [dapat pula ditambahkan ganggan [Azolla micropilla, daun – daun segar; kolesom, pepaya, sayuran segar (non obat)].
    
   Untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber gizi keluarga atau yang dibudidayakan secara khusus untuk hasil tambahan.

II. Pembuatan kohe (kotoran hewan) sapi  atau  pupuk padat organik Kascing/ Pokcing yang difermentasikan.
   
Adalah fermentasi  yang akan berfungsi sebagai pabrik pakan dalam kolam atau pun proses planktonisasi, sebagai pakan ikan seperti yang sudah disebut diatas.

A.  Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan kohe sapi sebagai berikut :
                        - Bahan pakan ini dipakai untuk 1000 benih ikan hingga dewasa,


·   3 kwintal (300 kg) kohe sapi (dingin) atau  ±150 kg Kascing/ Pokcing
·   25 kg  katul / dedak
·  30 ltr Air kelapa
·   1 ltr tetes tebu/ molase atau 1,5 gr gula merah (asli)
                        - 1ltr probiotik (Beka Fish) atau Enzim Bakteri Silanace

B. Cara prosesnya :

1.   Kohe sapi/ ppo kascing/ pokcing + katul/ dedak  dicampur hingga rata.
2.   Air kelapa disiramkan pada campuran tersebut diatas secara merata.
3.  Buat campuran tetes tebu/ gula merah (yang sudah dicairkan) + probiotik [(Probio Fish) (dalam wadah tersendiri)] dan disiram ke semua bahan secara merata.
4.  Kohe sapi/ Kascing/ Pokcing yang sudah tercampur dengan  katul/ dedak  disimpan ditempat teduh (bebas dari Sinar matahari).
5.  Lakukan penyiraman dan pengadukan secara merata, tutup dengan kain goni/ daun pisang.
6. Biarkan fermentasi selama 14 hari (untuk Kohe sapi) atau selama 3 - 5 hari (untuk Kascing/ Pokcing)
7.   Bila dipegang dingin, ada perubahan warna (untuk Kohe sapi) dan tak bau bila dicium, berarti sudah siap dipakai.
8.   Siap dikemas dalam dalam karung jaring halus (atau karung plastik)  @50 kg  untuk kohe sapi atau @ 20kg untuk Kascing/ Pokcing dan diikat kencang (bila mungkin dijahit karungnya). 

      Dalam proses dekomposer akan menghasilkan zat amoniak, NHá´£/ amoniak terbentuk karena mobilisasi bahan Nitrogen terurai menjadi asam amino dan asam nitrat, jadi amoniak sendiri sebetulnya dibutuhkan dalam proses dekomposer, bukan dibuang, amoniak sebagian besar terpakai dalam proses tersebut, juga dalam proses penguraian unsur N menjadi asam amino tetap dibutuhkan, aktifator. Dalam proses dekomposisi/ fisika juga dalam proses penguraian dan pengikatan mineral dan penyediaan pangan untuk  budidaya ikan organik intensif, yang menjadikan proses berjalan secaraa berkesinambungan mulai dari proses dekomposisi sampai penyediaan pakan alami ikan. Dalam pembuatan kohe sapi fermentasi ini apabila sudah 5 hari lamanya bau sudah tidak tercium menyengat, yang tercium adalah abu fermentasi (masam). Apabila proses sempurna maka pada lapisan bagian atas akan tumbuh jamur putih yang merupakan jamur TRICHODERMA yang berfungsi untuk menjaga kestabilan pH dalam kolam tersebut (jamur putih pertanda pertumbuhan trichoderma yang nantinya berguna untuk menjaga pH air dlm kolam, lapisan dalam basah tak masalah selama kohe sudah benar - benar matang, dengan tanda- tanda aroma sudah asam. Penambahan Probiotik (Beka Fish)/ Enzim Bakteri Silanace dan mengganti air kolam ± 100 ltr per ukuran 1 X 4 m, 7 hari sekali sudah bisa menjaga stabilitas pH air dalam kolam diangka =  5,5 – 7° C ). Setelah proses selama 14 hari dan proses fermentasi sudah selesai ditunjukkan dengan Suhu kembali menjadi dingin, pada permukaan Kohe fermentasi banyak jamur putih, maka terpal dibuka dan diangin - anginkan atau didinginkan selama minimal 24 jam ( semakin lama akan semakin baik). Kalau proses pendinginan sudah selesai, maka kohe fermentasi siap untuk dipacking dengan karung goni (alami) yang masing - masing 50 kg per sack guna memudahkan pengisian/ penempatan sack dalam kolam. Dan usahakan setiap sack yang berisi kohe sapi fermentasi diikat yang kuat (atau dijahit). Siap dimasukkan kolam budidaya atau dikirim ke permintaan petani ikan.

C. Perendaman Kohe sapi  atau  Kascing/ Pokcing fermentasi probiotik (Beka Fish) dalam  kolam :
1.      Perendaman Kohe sapi atau Kascing/ Pokcing fermentasi untuk pabrik pakan didalam kolam harus dilakukan dengan tujuan membuat pabrik pakan didalam kolam, pada saat perendaman akan muncul eksudat berupa: plankton, cacing dan binatang air lain yang akan menjadi pakan ikan yang dibudidaya.
2.  Ukuran untuk perendaman dalam kolam terpal ukuran (1x4)m³ dengan populasi 1000 ekor butuh 6 sack kohe sapi fermentasi @ 50kg total ada 300 kg atau 100 -150kg Kascing/ Pokcing yang sudah diproses.
3.  Pada saat perendaman air kolam yang lama - kelamaan akan berubah warna menjadi keruh dan akan tumbuh pakan ikan tersebut.
4.  Jadi tujuan perendaman itu adalah menyiapan pakan alami benih ikan yang dibudidaya,
5.   Setelah proses pakan alami sudah selesai dibuat, maka siapkan kolam yang akan digunakan pembesaran benih ikan (dari ukuran : 4 – 6 cm atau 5 – 7 cm).

D. Penebaran benih ikan :
1)    Benih ikan yang akan dibudidayakan diupayakan ukuran 4 – 6 cm atau 5 – 7cm,
2)  Sebelum ditebar benih lele, bawal dan nila dalam kolam pembesaran adalah tebar ppo Kascing/ Pokcing  1 sack (@20kg) dan tuangkan  air hingga ketinggian 30 - 40 cm lalu tambahkan probiotik(Beka Fish) dosis 5 tutup per 1 ember atau 5 ltr air + diaduk rata, siramkan secara merata.
3)      Biarkan selama 24 jam (semalam), sebelum benih ikan ditebarkan.
4)      Tambahkan air hingga 40-50cm dalam minggu pertama.
5)    Benih ikan yang akan ditebarkan diadaptasikan terlebih dahulu dengan air kolam .
6)  Caranya air dalam kantong plastik jangan dibuang  tetapi dimasukkan bersama plastiknya, dibuka perlahan dibiarkan air kolam bercampur dengan air dalam plastik (= aklamasi).
7)     Setelah 7 hari kemudian tambahkan air hingga mencapai 70cm.
8) Biarkan beradaptasi selama 24 jam(semalam) setelah itu benih ikan dibiarkan keluar sendiri                     

E. Masa pemeliharaan:
1.   Bibit ikan bisa diberi pakan buatan (apabila pakan alami tersebut belum siap) atau diberi Azolla micropilla yang dihancurkan atau diberi cacing sutera (bila benih ikan dari ukuran batang korek api) untuk pakan awalnya.
2.  Setelah pakan alami sudah siap bisa jadikan bergantian antara pakan alami (eksudat) dengan Azolla micropilla. Penting!!: pakan ini diberikan setelah ikan > 7 hari, berikutnya baru diberikan pakan buatannya.
3.   Pemberian pakan daun –  daun segar (hijau) baik sayuran, daun pepaya (yg ditumbuk halus untuk dimanfaatkan sari dan ampas daunnya), ganggan yang  dibudidayakan (azolla micropilla misalnya), etc.
4.  Pemberian pakan selama budidaya diberikan 4 kali pakan secara bergantian antara pakan alami yang dibuat dengan daun – daun segar. Apabila diberi pakan pelet atau pakan ubur-ubur laut bisa diberi probiotik dengan disempotkan (1ttp +1ltr air). [ (lihat tabel)].
E. Tabel pemberian pakan ikan sbb:
Waktu Pemberian
JenisPakan
Takaran Pakan
Keterangan
07.00 -  08.00
Planton buatan dari pabrik pakan
Sesuikan berat ikan rata-rata
Timbang ikan disaat pengurangan air, pilih ikan dg ukuran terkecil + terbesar tiap jenis ikan
12.00 - 13.00
Pelet alami/pakan alami
idem
Cacing Lr./ ulat hongkong/ ubur2 laut
+ Probio Fish
15.00 -  16.00
Daun segar/ Azolla mic.
idem
d.Kolesom, sayuran segar, d.singkong, d.kates, dll.
19.00 - 20.00
Pelet alami/pakan alami
idem
Cacing Lr./ ulat hongkong/ ubur2 laut
+ Probio Fish

5.      Pada masa pemeliharaan ikan harus diberikan Fermentor probiotik (Probio Fish) dengan dosis 1 tutup untuk ukuran  per 1x4m³ dg kepadatan 1000 ekor. Pada Minggu ke-2; Mg ke-4;  Mg ke-6 sampai Mg ke-9 dan Mg ke-10 sampai Mg ke-12 (2X per Mg).Sebelum air ditambahkan fermentor (Beka Fish) dalam kolam dibuang ± 100 liter setiap 15 hari dan ditambah ± 100 ltr air baru.  (air kolam yang  dibuang dapat dipakai untuk menyiram tanaman). [Tujuan penggantian air baru = agar pH stabil dan ketersediaan oksigen dlm air terpenuhi].

 F. Hama dan penyakit :
a. Pada musim penghujan air kolam cenderung masam dan ikan mudah terkena jamur, oleh karenanya air perlu sanitasi dan beri sedikit  garam Inggris dan probiotik ( Probio Fish).
b.    Dapat pula ikan 7 hari sekali diberi makan daun ginseng lokal (Kolesom), sebagai daya tahan   ikan,   disamping diberi probiotik (Probio Fish) + ubur – ubur laut (kering).

 G. Pasca panen:
·         Setelah ikan dipanen sebaik diolah menjadi makanan kering ( misalnya; kripik Ikan lele) sehingga nilai ekonominya lebih tinggi dibanding ikan segar. Tahan lama bila disimpan dan membuat pemasaran lebih luas dengan  jangkauan yang dituju. Dibawah ini akan dipaparkan analisa usaha kripik ikan  organik.

·         Dapat pula untuk kripik rumput laut rasa ikan lele, dendeng ikan lele organik, tepung ikan organik, ikan segar, ikan lele organik asap, rambak  kulit ikan lele, abon ikan lele, etc.  



Icon Jogjafarmindo.png

Tips.

Resep Anti Bau alami buat ternak

 Pengganti vaksin yg selama ini dibeli ditoko.

 Terutama buat unggas, namun bisa juga buat ternak lain spt: kambing/ sapi

 Pembimbing : Paul Harjanto
Bahan:
o   1,5 ltr air kelapa tua
o   3 btr telor itik/ ayam
o   1,5 ltr air gula merah/ tetes tebu
o   2 gelas air dari debog pohon pisang sehat (pasca panen, bisa >2gelas)
o   1,5 kg dedak/ bekatul

Cara membuat:
1)      Semua bahan dicampur dan di aduk rata
2)      Tampung dalam ember yg ada tutupnya (sesuai kebutuhan produksi)
3)      Tutup ember dilobangi dan diberi slang bening yg dihubungkan dlm botol berisi air
4)      Simpan ditempat teduh dan kering
5)      Biarkan selama air tidak keluar gelembung udaranya (7hari)
6)      Tanda proses berhasil bila dicium kaya tape, bila tdk demikian jangan dipakai!!
7)      Fermentasi ini mampu bertahan hingga 1thn bila penyimpanannya benar.
8)      Cara pakai bila utk ayam cukup 1 sdm/ lebih dicampur dlm minum, untuk ternak kambing/ sapi disemprotkan pada rumputnya
9)      Selamat mencoba dan salam Lestari.

foto penyuluhan perikanan organik dusunSanglor 1
^diunggah 24Januari 2014, 11.38wib

 
KESUBURAN TANAMAN
Jangan sampai salah tafsir, jika tanah itu subur mestinya tanaman juga harus subur. Itu belum tentu betul ada tanaman yang menjadi subur, tetapi ada tanaman yang tetap kerdil, sakit-sakitan, produksi tidak memenuhi harapan kita. Yang mempengaruhi kesuburan tanaman selain kesuburan tanah, juga masih banyak faktor-faktor lainnya. Terutama yang menentukan kesuburan tanaman yaitu : 
I. Kesuburan tanah (keadaan fisik, kimia dan biologis/ hayati) 
II.  Iklim :

Cahaya/ Sinar Matahari

  • Temperatur

  • Air  (hujan)

  • Kelembapan

  • Angin

III.  Hama dan penyakit

IV.     Bibit Unggul (produksi tinggi)

V.        Perawatan tanaman